“COMPASSIO” Kompas Spiritual Peziarahan Kepengurusan
MAGIS Jakarta 2025-2026
Memasuki periode kepengurusan 2025-2026, MAGIS Jakarta melangkah dengan satu visi besar yang terangkum dalam tema “Compassio“. Compassio adalah sebuah kompas spiritual yang mengangkat tiga nilai utama yaitu compassion, companion, dan passion. Ketiga pilar ini menjadi fondasi yang mengarahkan setiap langkah, hati, dan karya kepengurusan dalam menjalani perutusan di komunitas ini.
Compassion menjadi akar yang menghidupi seluruh pelayanan. Diartikan sebagai “to suffer with” atau menderita bersama. Nilai ini mengajak pengurus untuk memiliki belarasa yang mendalam. Dasar dari compassion adalah cinta Allah yang tak terbatas dan kesadaran bahwa kita menemukan rupa Allah dalam setiap individu yang kita jumpai. Sejalan dengan semangat spiritualitas Ignatian bahwa “love ought to manifest itself in deeds rather than in words”, para pengurus dipanggil untuk bergerak dalam tindakan nyata: saling melayani antar pengurus dan mendampingi formandi dengan ketulusan yang konkret.
Semangat ini diperkuat oleh nilai Companion. Mengingat sejarah lahirnya Serikat yang bermula dari persahabatan St. Ignatius Loyola, St. Fransiskus Xaverius, dan St. Petrus Faber, MAGIS Jakarta ingin menghidupkan kembali jiwa persahabatan tersebut. Para pengurus adalah sahabat seperjalanan yang saling menopang, berbagi suka dan duka, serta berjalan beriringan menuju tujuan yang sama. Harapannya, kepengurusan ini menjadi sebuah “company” yang hangat. Sebuah rumah di mana setiap orang merasa diterima, didengarkan, dan aman untuk membagikan perjalanan batinnya selama berproses di MAGIS.
Kehangatan persahabatan tersebut kemudian dipadukan dengan Passion, yaitu semangat yang berkobar dan komitmen yang sepenuh hati. Mengacu pada pesan St. Ignatius, “Go, set the world on fire”, setiap pengurus diajak untuk menjaga nyala api semangat dalam diri. Passion inilah yang menjadi motor penggerak para pengurus agar tetap setia pada komitmen, meskipun dinamika dan tantangan unik pasti akan mewarnai perjalanan satu tahun ke depan.
Makna ‘Compassio’ sendiri sebagai “compass” spiritual yang akan menjadi arah dan dasar selama satu tahun kepengurusan MAGIS Jakarta. ‘Compassio’ bukan sekadar akronim, bukan sekadar undangan untuk menjalani program kerja di setiap pilar selama satu tahun ke depan. Tetapi harapannya compassion, companion dan passion juga menjadi satu nilai, sebuah “compass” yang mengarahkan setiap langkah, hati, pikiran, dan karya para pengurus menuju satu gerak tujuan yang jelas dan mulia.
Visualisasi
Figur di paling kiri adalah St. Fransiskus Xaverius. Ia memegang sebuah tongkat peziarah yang di puncaknya terdapat kompas dan penunjuk arah angin berbentuk ayam jago. Ini adalah simbol utama dari compass. Figur di tengah adalah St. Ignatius Loyola. Ia digambarkan berjalan dengan penuh semangat sambil memegang sebuah tablet, melambangkan pengetahuannya dan semangat misionarisnya yang membara untuk melayani dan menjadi sahabat yang memberi arah bagi sahabat-sahabatnya. Dengan bekal perjalanan rohaninya, St. Ignatius memberikan kompas rohani kepada sahabat-sahabatnya. Arah itu yang membuat mereka tergerak untuk melayani berlandaskan semangat belarasa yang mendalam akan karya keselamatan Allah. Kompas itu melambangkan Latihan Rohani yang memberikan arah yang jelas dan tujuan yang pasti: Ad Maiorem Dei Gloriam (AMDG). Figur di paling kanan adalah St. Petrus Faber. Ia digambarkan dengan headphone, sebuah sentuhan modern yang melambangkan keahliannya yang luar biasa dalam mendengarkan dan membimbing orang lain melalui percakapan rohani. Ia adalah wujud nyata dari compassion, seseorang yang mampu ikut merasakan dan berjalan bersama orang lain dalam perjalanan iman mereka.
Gambar visualisasi tersebut menjadi representasi modern dari St. Ignatius Loyola, St. Fransiskus Xaverius, dan St. Petrus Faber sebagai sahabat seperjalanan yang ceria. Gambar tersebut juga merangkum tema MAGIS Compassio: bahwa dengan kompas yang benar (compassion), sahabat yang setia (companion), dan semangat yang berkobar (passion), setiap perjalanan untuk kemuliaan Tuhan akan terasa lebih ringan dan penuh sukacita.
Dalam semangat nilai-nilai kepengurusan tahun ini, Pilar Service diharapkan mampu menjadi perpanjangan tangan kasih Allah yang peka terhadap kebutuhan sosial. Harapannya setiap aksi bukan sekadar program, melainkan wujud nyata berbelarasa bersama mereka yang terpinggirkan. Pilar Spiritualitas diharapkan menjadi ruang bagi formandi untuk mengasah kerendahan hati dan menyadari bahwa segala karya pengurus hanyalah sarana untuk memuliakan Allah. Demikian menjaga kedalaman batin komunitas serta memastikan bahwa setiap doa dan refleksi menjadi sarana bagi formandi maupun pengurus sebagai proses formasi berkelanjutan (on going formation) untuk menemukan Allah dalam segala hal.
Semangat companion yang meneladani persahabatan St. Ignatius, St. Fransiskus Xaverius, dan St. Petrus Faber, menjadi jiwa bagi Pilar Companionship. Harapannya pilar ini mampu menciptakan ruang perjumpaan yang hangat, dimana setiap anggota merasa diterima dan didengarkan sebagai sahabat seperjalanan. Bukan sekadar bekerja bersama, tetapi saling menopang dengan penuh keterbukaan. Di sisi lain, Pilar Humas diharapkan mampu membawa semangat persahabatan ini ke luar sebagai jembatan komunikasi yang merangkul dan informatif. Harapannya pesan kasih MAGIS dapat tersampaikan secara luas terutama untuk kaum muda Katolik. Badan Pengurus Harian (BPH) diharapkan memimpin dengan teladan kerendahan hati dan keterbukaan, menciptakan alur kerja yang transparan dan menghargai masukan sebagai bagian dari teamwork yang sehat. Pilar Dana Usaha diharapkan bergerak dengan passion yang kreatif, melihat setiap usaha sebagai wujud kasih dan tanggung jawab untuk mendukung keberlanjutan misi komunitas yang dilakukan dengan kejujuran.
Satu tahun ke depan bukanlah tentang seberapa banyak program yang akan diselesaikan, melainkan seberapa besar kasih yang kita tuangkan dalam setiap perjumpaan dan menghidupi semangat discernment -untuk terus mencari dan menemukan kehendak Allah di tengah dinamika yang ada-. Semoga rahmat kerendahan hati menyertai para pengurus untuk terus berjalan sebagai sahabat seperjalanan sehingga pelayanan ini membawa kita dalam memuliakan nama Allah. Ad Maiorem Dei Gloriam.


