• 1 Companionship
  • 2 Services      
  • 3 Spirituality      

Cerita cinta dari Poland part 1

Tanggal : 07 Nov 2016, 6:25 pm, Oleh Magis Indonesia

CERITA CINTA DARI POLAND PART 1
MAGIS 2016 & WORLD YOUTH DAY 
POLAND, 15 JULI – 1 AGUSTUS 2016
Oleh Lucia Desy
 
Keinginan untuk bisa mengikuti acara MAGIS  & WYD sebenarnya sudah lama menggema di hati sejak awal mengikuti MAGIS. Namun 1 kali kesempatan terlewat (MAGIS Brasil), entah karena kurang informasi sehingga masih bingung musti mendaftar kemana & bagaimana, atau sangat memikirkan masalah biaya sehingga takut atau kurang percaya diri untuk mendaftarkan atau mengajukan diri. 
 
magis indo poland
 
Namun, kurang lebih 1 tahun yang lalu yaitu di awal tahun 2015, setelah didengungkan kembali informasi acara MAGIS & WYD 2016 di Polandia, saya memberanikan diri untuk mengungkapkan keinginan terdalam itu kepada romo pembimbing MAGIS. Dengan suara lirih & lembut, sangat terlihat rasa takut dan kurang percaya diri, saya mencoba mengungkapkan keinginan itu. Namun tidak di sangka, romo menyambut keinginan saya dengan sebuah harapan. Harapan yang mendorong saya untuk mewujudkan mimpi ini dan bahkan diberikan kepercayaan untuk menjadi koordinator untuk keberangkatan tim MAGIS Jogja. Walau tetap saja, saya menjawab harapan itu masih dengan rasa takut atau khawatir. Saya takut membangun mimpi ini. Menurut saya, mimpi ini adalah mimpi yang cukup besar, besar biayanya, sehingga menciutkan nyali. Saya takut jika mimpi ini tidak terwujud. Namun, romo terus mencoba menguatkan harapan saya sehingga akhirnya saya mau mencoba untuk memperjuangkan mimpi ini.
 
"Great achievement requires great struggle"
 
Kalimat ini memang sungguh benar! Masa - masa persiapan juga menjadi bagian sangat penting dalam proses MAGIS & WYD ini. Saya merasa sungguh sangat ditempa oleh - Nya. Yaa mungkin (memang), Ia sedang mempersiapkan saya untuk keberangkatan ini. Ia menghadirkan cukup banyak pengalaman "beraneka rasa" sepanjang masa persiapan dari pengalaman putus dengan pacar, susah "move on" dari mantan, perombakan sistem & suasana di kantor, usaha penggalangan dana dari pulang kerja yang tak mengenal hujan dan waktu terus mengetuk dari pintu ke pintu, dan lain - lain. 
 
Saya menyadari setelah pengalaman putus itu, saya menjadi pribadi yang rapuh. Tak lama kemudian ada beberapa rentetan peristiwa yang kurang menyenangkan lainnya terjadi lagi yaitu di pandang sebelah mata berkali - kali dari segala niat baik atau usaha saya lakukan oleh seseorang yang saya percaya baik & bijak. Akhirnya hal itu meluluhlantahkan diri ini. Seperti terkena tembakan yang pas sekali mengenai bagian yang rapuh atau retak, sehingga akhirnya menghancurkan tembikar ini menjadi berkeping - keping. Pengalaman - pengalaman tersebut sempat membuat saya mengalami desolasi yang cukup mendalam. Saya menjadi pribadi yang semakin kurang percaya diri, rapuh, minder, menutup diri, kurang bersemangat, dan menarik diri. Saya menyadari bahwa ketika menutup diri berarti menutup rahmat Tuhan yang hadir dalam hidup kita. Maka, terkadang saya menjadi merasa sulit untuk bersyukur, sulit untuk menemukan kehadiran Tuhan atau pengalaman dicintai walaupun saya sebenarnya tau bahwa saya begitu beruntung dan masih dicintai oleh - Nya lewat orang - orang di sekitar saya. Hingga akhirnya, saya juga membutuhkan energi yang lebih atau alasan untuk "mencintai" (mencintai pekerjaan, pelayanan, maupun orang - orang sekitar, dan bahkan hanya untuk ke gereja). 
 
Dalam proses pengolahan pergumulan ini, saya semakin menyadari dan belajar begitu banyak hal. Pertama, saya semakin menyadari dan berani mengakui bahwa saya ini sungguh rapuh, semakin menyadari bahwa saya sungguh membutuhkan pertolongan-Nya, saya tak bisa menghadapi pergumulan ini sendiri. Kedua, bahwa pergumulan kali ini seperti roller coaster tertinggi dalam hidup saya, hari ini jatuh atau desolasi esoknya atau beberapa hari kemudian dikuatkan atau merasakan konsolasi, namun hari berikutnya bisa desolasi lagi, dan hingga saya menutup pintu rahmat. Ketiga, saya menyadari bahwa Tuhan memang tak akan pernah membiarkan anak-Nya hilang, Ia menyertai pengolahan pergumulan saya ini. Bahwa saya tak dibiarkannya jatuh terkapar atau tak berpengharapan. Bahwa saya akhirnya bisa terus mengolah pergumulan ini adalah salah satu rahmat - Nya. Ia menguatkan saya lewat romo Kris (romo pembimbing rohani), teman - teman MAGIS atau MAGCIR, sahabat - sahabat, orang tua, atau bahkan orang yang tidak saya kenal. Keempat, saya menyadari Tuhan mau melatih kemampuan saya untuk melihat atau merasakan gerak roh baik & roh jahat. Saya akhirnya menyadari bagaimana cara atau trik roh jahat mau menenggelamkan saya, namun roh baikpun tak kalah pintar untuk menyelamatkan saya di waktu yang Tuhan kehendaki. Kelima, Tuhan sepertinya menginginkan saya untuk belajar lagi dan lagi tentang kerendahan hati. "Wah Tuhan temanya pas banget sama MAGIS 2016 - To Give And Not To Count The Cost dan juga WYD 2016 - Blest are the Merciful". Maka, perlahan namun pasti, Ia menempa dan membentuk hati saya untuk belajar berdamai dengan diri saya sendiri maupun dengan orang lain atau pengalaman – pengalaman yang tidak menyenangkan. "Terimakasih Tuhan sudah mengajakku naik roller coaster. Gratis!" 
 
Ia membentuk hatiku, mempersiapkan diriku untuk perjalanan perziarahan ke Poland ini, dengan cara – Nya yang emeijing :")
 
Tunggu cerita tentang cinta - Nya di episode selanjutnya yaa... Hehehe.
Terimakasih. 
Be More, Be Magis
 
 

Share on Facebook

Link yang berhubungan


- Tidak Ada -



Counter Hits


© 2015 Design by KEREAKTIFdotCOM