Forum Magis Indonesia Forum Magis Indonesia Forum Magis Indonesia Forum Magis Indonesia Forum Magis Indonesia Forum Magis Indonesia Forum Magis Indonesia Forum Magis Indonesia
  !  
Saat ini hari Agustus 26th, 2019, 3:17 pm

Login

Username:   Password:   Otomatis login saat membuka web ini  




Buat topik baru Topik ini terkunci, Anda tidak dapat melakukan edit atau membalas topik.  [ 1 post ] 
Penulis Pesan
 Judul tulisan: Artikel Umum Mengenai MAGiS
PostDitulis: Oktober 6th, 2008, 1:27 am 
Offline
Site Admin
Avatar pengguna

Terdaftar: Oktober 2nd, 2008, 12:04 am
Tulisan: 139
sumber: http://mirifica.net/wmview.php?ArtID=4333

Kutip:
12 September 2007 - 16:09

Frater Dan Suster Memulai Program Kepemimpinan Berbasis Spiritual Ignasian Untuk Orang Muda

SLEMAN, DIY (UCAN) -- Dua biarawati Serikat Suster-suster Sahabat Setia Yesus (FCJ) dan dua frater Serikat Yesus (SJ) memulai program latihan kepemimpinan untuk kaum muda setempat. Latihan kepemimpinan itu berbasis Latihan Rohani dari St. Ignatius dari Loyola.

"Kami melihat ada banyak orang muda Katolik yang rindu memiliki spiritualitas tertentu untuk mendasari hidup mereka. Maka kami berpikir bahwa spiritulitas Ignasian adalah salah satu dari sekian spiritualitas yang bisa ditawarkan kepada mereka," kata Suster Fransisca Yohana Inez Sri Winarsih FCJ kepada UCA News 26 Agustus, hari pembukaan program latihan kepemimpinan itu.

Lima puluh umat paroki berumur 18-30 tahun dari Kevikepan Yogyakarta menghadiri pertemuan pertama yang diadakan di Biara FCJ di Kabupaten Sleman, Yogyakarta, tersebut.

Mereka merupakan hasil seleksi dari 60 pelamar yang dinyatakan lolos dalam wawancara khusus untuk mengetahui potensi kepemimpinan mereka, demikian biarawati itu. "Beberapa masih studi; beberapa sudah bekerja. Semuanya aktif di berbagai organisasi," jelasnya. "Sebuah standar diperlukan karena kami ingin mendorong mereka untuk bisa berbuat lebih, yang menjadi semangat program MAGiS08."

MAGiS08 adalah Program Ignasian untuk perayaan Hari Kaum Muda se-Dunia (WYD) 2008 di Sydney, Australia. MAGiS08 membangun program-program Ignasian sebelumnya untuk WYD di Paris, Roma, Toronto, dan Cologne (MAGiS05), demikian website (http://www.magis08. org) MAGiS08.

Website tersebut mengatakan bahwa program itu menawarkan pengalaman-pengalam an dalam tradisi St. Ignatius dari Loyola yang dirancang untuk melibatkan kaum muda yang terbuka untuk mengeksplorasi dan melayani dunia. Tujuannya adalah untuk mendampingi kaum muda ketika mereka menemukan identitas mereka dalam karya mereka, di rumah dan dalam hubungan dengan sesama.

Latihan rohani yang dikembangkan St. Ignatius antara tahun 1522 dan 1524 terdiri atas meditasi, doa, dan latihan mental yang melibatkan kontemplasi tentang sifat dunia, tentang psikologi manusia seperti yang dipahami Ignatius, dan tentang hubungan manusia dengan Allah melalui Yesus Kristus.

Suster Winarsih menceritakan bahwa ide pembentukan komunitas MAGiS08 di Yogyakarta diusulkan oleh rekannya yang pernah menghadiri sebuah program internasional dari MAGiS. "Ide itu kami sambut baik," katanya mengakui.

Dalam sambutannya kepada peserta, Suster Winarsih menjelaskan bahwa magis berarti "lebih" dalam Bahasa Latin. "Kami ingin mengajak Anda untuk berbuat lebih. Kami ingin Anda memiliki semangat yang lebih luas dan lebih dalam dalam mencintai Tuhan."

Ia kemudian menjelaskan program tersebut. Peserta akan bertemu sekali dalam sebulan di Biara FCJ atau Biara SJ di Kotabaru. Setiap pertemuan akan memiliki sebuah tema yang berbeda dan mencakup sebuah presentasi oleh tim program.

"Building community" adalah tema untuk pertemuan berikutnya. Tema-tema lainnya mencakup sejarah hidup dan keselamatan, St. Ignatius, asas dan dasar MAGiS, pembedahan roh, analisa sosial, mengabdi Allah di dunia ramai, dan topik-topik lainnya. Program ini akan berakhir dengan sebuah retret live-in pada awal Juli 2008, yang kemudian 20 peserta akan berangkat ke Sidney untuk sebuah acara Ignasian menjelang perayaan WYD.

Seusai setiap pertemuan, kata Suster Winarsih, setiap peserta akan diberi "pekerjaan rumah" untuk membantu mengidentifikasi berbagai masalah spiritual dalam kehidupan mereka sehari-hari. Berdasarkan masalah-masalah khusus tersebut, setiap orang muda akan mempraktekkan latihan rohani tertentu di rumah. Siapa pun dari mereka bisa bertemu anggota tim program untuk bimbingan rohani pribadi.

Program itu "sangat menarik," kata Agustinus Dwi Prasetyo, 22, kepada UCA News. "Sejak lulus dan keluar dari seminari menengah, saya mengalami kesulitan. Saya tidak lagi punya pembimbing rohani, sehingga kalau saya jatuh dalam masalah sehari-hari, saya harus tanggung sendiri. Saya sungguh merasakan kesendirian. Saya berharap dari program ini, saya kembali mendapatkan apa yang selama ini terasa hilang dalam hidup saya," lanjutnya. Prasetyo kini belajar di Sekolah Tinggi Komunikasi Amikom di Yogyakarta.

Peserta lainnya, Corry Norbertha, 20, mengatakan kepada UCA News bahwa ia menikmati pertemuan pertama itu. "Selain banyak teman baru, saya juga yakin bakal mengenal Yesus dengan cara baru," kata remaja putri asal Propinsi Papua itu.

"Latihan rohani harian dalam program ini sungguh menantang saya," lanjut Norbertha, seorang mahasiswi di Universitas Duta Wacana yang dikelola Protestan di Yogyakarta.

Latihan rohani merupakan bagian dari program novisiat Yesuit. Dalam sepanjang sejarah mereka, latihan rohani telah diadopsi dan diadaptasikan untuk kaum religius lainnya serta umat awam.


Kembali ke atas
 Profil  
 
Tampilkan:  Urutkan berdasar  
Buat topik baru Topik ini terkunci, Anda tidak dapat melakukan edit atau membalas topik.  [ 1 post ] 


Siapa yang sedang online

Sedang menelusuri forum ini: Tidak Ada Member dan 1 pengguna tamu



cron
Fatal: Not able to open ./cache/data_global.php